Dedi menambahkan Program SIMURP merupakan salah satu upaya peningkatan layanan irigasi melalui pengenalan dan pelaksanaan kesepakatan layanan irigasi atau Irrigation Service Agreement (ISA) guna membangun akuntabilitasi pelayanan irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan.
“Selain itu, pada tingkat petani juga dikembangkan modernisasi pertanian melalui kegiatan pertanian cerdas iklim atau CSA dengan peningkatan kapasitas dan peran sumber daya manusia pertanian. Diantaranya penyuluh pertanian, mantri pengairan, aparat desa dan petugas lembaga/instansi terkait lainnya dalam pemberdayaan masyarakat petani pemakai air baik yang tergabung dalam perkumpulan petani pemakai air (P3A/GP3A/IP3A) maupun Kelompok Tani (Poktan/Gapoktan) secara harmonis dan saling melengkapi”, terang Dedi.
Guna menindaklanjutinya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur sebagai penanggung jawab pembangunan pertanian di Jawa Timur telah meyelenggarakan rapat koordinasi pada tanggal 20 s.d 21 September 2021 di Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Eka Ratnawati menyampaikan tujuan dilaksanakannya rakor selain untuk akselerasi kegiatan SIMURP serta exit strategynya juga untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan SIMURP TA 2021.
Eka menambahkan, untuk menggenjot produksi pangan Kementan dan Kementerian PUPR telah bergandengan tangan melalui program SIMURP untuk melaksanakan kebijakan perencanaan nasional dalam pengelolaan irigasi. Ke depannya akan diwujudkan secara terpadu dan partisipatif sebagai satu kesatuan sistem di daerah irigasi sesuai dengan kewenangannya dengan memperkenalkan pendekatan one map policy and single management.
“Kegiatan ini juga dinilai sangat strategis dan bermanfaat untuk mendorong petani tetap bersemangat bertanam di era pandemi Covid 19 dalam menggenjot produksi dan produktivitas pangan di Jawa Timur khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia umumnya yang akan berdampak pada meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani”, terangnya.[TIM]
